YAPEN | MEPAGO.CO – Anggota DPR RI yang juga putra Ansus, Tonny Tesar, S.Sos menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Arus Ansus yang akan digelar pada 7–9 Oktober 2026 di wilayah Ansus, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua.
Dukungan tersebut disampaikan Tonny Tesar melalui Staf Khususnya, Yohanis G. Raubaba, S.Sos., MH, melalui pesan WhatsApp, Jumat (25/9/2026). Menurut Yohanis, Tonny memberikan perhatian terhadap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan dan kehidupan masyarakat di Papua.
“Bapak Tonny Tesar sebagai putra Ansus merespons dan mendukung penuh pelaksanaan Festival Arus Ansus,” ujar Yohanis, yang akrab disapa Anis, mengutip pernyataan Tonny Tesar.

Anis menambahkan, kepedulian Tonny Tesar terhadap berbagai kegiatan masyarakat di Papua tidak hanya ditunjukkan pada Festival Arus Ansus. Menurutnya, setiap kali menerima undangan kegiatan masyarakat, Tonny berupaya memberikan perhatian dan dukungan sesuai kapasitasnya.
“Sekecil apa pun kegiatan di Papua, kalau undangan diterima, Bapak Tonny Tesar tetap peduli. Bukan hanya kegiatan ini, tetapi kegiatan lainnya juga mendapat perhatian,” kata Anis.
Festival Arus Ansus sendiri tidak sekadar diposisikan sebagai pertunjukan budaya, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat Ansus untuk merawat kembali ingatan, pengetahuan dan identitas budaya laut yang diwariskan secara turun-temurun.
Festival ini lahir dari perbincangan warga selama sekitar dua tahun dengan gagasan utama menghidupkan kembali ingatan laut dari tanah Papua. Masyarakat Ansus ditempatkan sebagai pemilik utama cerita, tradisi dan kebudayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sejumlah kekayaan budaya laut Ansus akan menjadi bagian dari festival, antara lain nyanyian tradisional yang berkembang mengikuti irama ombak dan angin, kisah perjalanan para tetua, bahasa lokal dan tradisi lisan, tradisi perahu dan pembuatan perahu, serta pengetahuan masyarakat mengenai laut dan lingkungan sekitarnya.
Tradisi pembuatan perahu menjadi salah satu bagian penting karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Ansus sekaligus menggambarkan pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.
Festival ini digagas dan didampingi Koes Yuliadi dan Jeannete Lauren Mocodompis. Konsep festival menempatkan masyarakat Ansus bukan sebagai objek tontonan, tetapi sebagai pelaku sekaligus pemilik cerita tentang kebudayaan mereka sendiri.
Dalam perkembangan media digital, berbagai unsur budaya seperti foto, video, rekaman nyanyian, cerita marga, proses pembuatan perahu hingga pengetahuan mengenai lingkungan laut dapat didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Namun, proses dokumentasi tersebut tetap diarahkan untuk menjaga akar budaya, bahasa, konteks serta keterhubungan antara cerita dengan komunitas yang melahirkannya.
Festival Arus Ansus pada akhirnya menjadi ruang pertemuan antara tradisi lisan dan perkembangan media digital, dengan tujuan memperpanjang proses pewarisan pengetahuan budaya kepada generasi berikutnya tanpa melepaskan masyarakat Ansus sebagai pemilik dan pelaku utama kebudayaan tersebut.
Pelaksanaan festival pada 7–9 Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengenal, merawat dan meneruskan kekayaan budaya laut Ansus sebagai bagian dari identitas masyarakat Kepulauan Yapen.
Editor: Tamrin Sinambela







