Warga Toba Pertanyakan Keterlambatan Gaji Aparatur Desa, Minta Pemkab Toba Beri Perhatian

Nasional, Utama636 Dilihat

Di balik ketidakpastian dan kekhawatiran, mereka tetap setia melayani. Kapan pemerintah kabupaten akan mendengar dan mengatasi kesulitan yang dihadapi warga desanya? (Ft: ILUSTRASI)

SRRUI | MEPAGO,CO  – Sejumlah warga Kabupaten Toba mengungkapkan kekecewaan mereka melalui halaman Facebook “Kabupaten Toba Unggul” terkait keterlambatan pembayaran gaji aparatur desa yang baru cair pada awal bulan tujuh. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba terhadap kesejahteraan aparatur desa.

Salah satu warga, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, menyatakan, “Ini menunjukkan kurangnya perhatian dari Pemkab Toba terhadap aparatur desanya. Bagaimana mereka bisa bekerja dengan maksimal jika hal dasar seperti gaji saja terlambat dibayarkan?”

Isu keterlambatan gaji ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan aparatur desa, tetapi juga berpotensi menghambat layanan publik di tingkat desa, yang secara langsung berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat. Keterlambatan gaji juga dapat mempengaruhi motivasi dan kinerja aparatur dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di desa.

Menanggapi keluhan ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Toba. Namun, situasi ini mendesak Pemkab untuk segera mengidentifikasi penyebab masalah dan mencari solusi agar keterlambatan serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. Keberlangsungan pelayanan publik dan kesejahteraan aparatur desa merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Masyarakat Kabupaten Toba berharap agar isu ini segera mendapatkan perhatian dan penyelesaian dari Pemkab Toba, sehingga aparatur desa dapat bekerja dengan lebih baik dan kesejahteraan mereka dapat terjaga.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat menunggu tanggapan dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Toba.

 

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *