H-1 HUT Waropen, Semarak Terasa Pudar di Lingkungan Pemerintah

Kantor Bupati Waropen tampak tanpa umbul-umbul di H-1 HUT ke-23, kontras dengan Kantor Koramil Waropen dan Kantor Bappeda di seberang jalan yang sudah dihiasi atribut perayaan. Jarak dekat, semangat berbeda. (Ft: Tamrin/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Waropen yang jatuh pada 1 Mei 2026, suasana di lingkungan pemerintah justru menyisakan ironi. Alih-alih semarak, pernak-pernik perayaan tampak lesu dan minim sentuhan kebersamaan.

Berdasarkan pantauan media ini, sehari menjelang puncak peringatan (H-1), sejumlah kantor pemerintahan belum menunjukkan kesiapan visual yang mencerminkan kemeriahan hari jadi daerah.

Umbul-umbul yang biasanya menjadi simbol sukacita dan kebanggaan daerah, nyaris tidak terlihat di beberapa titik strategis.

Di Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah, misalnya, baliho ucapan HUT memang sudah terpasang. Namun, tidak satu pun umbul-umbul menghiasi area kantor tersebut. Kondisi ini menimbulkan kesan setengah hati dalam menyambut momentum penting bagi daerah.

Situasi serupa juga terlihat di kompleks kantor bersama yang dihuni beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari sekian banyak instansi, hanya satu OPD yang terlihat memasang umbul-umbul. Selebihnya tampak sepi, tanpa ornamen perayaan yang semestinya menjadi identitas suasana HUT.

Sementara itu, di kawasan Batu Zaman, sebagian OPD seperti Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Disperindagkop sudah mulai memasang umbul-umbul. Namun, sejumlah OPD lainnya di lokasi yang sama masih belum menunjukkan tanda-tanda partisipasi serupa.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari pantauan media ini terkait peran dan koordinasi panitia HUT tahun ini. Apakah minimnya atribut perayaan disebabkan oleh efisiensi anggaran? Ataukah karena keterbatasan persediaan perlengkapan yang tidak lagi tersedia?

Di tengah harapan akan perayaan yang meriah dan penuh makna, kurangnya perhatian terhadap detail sederhana seperti umbul-umbul justru menjadi sorotan.

Sebab, semangat HUT bukan hanya pada seremoni puncak, tetapi juga tercermin dari kesiapan dan kekompakan seluruh elemen pemerintah dalam menyemarakkan suasana.

Momentum HUT sejatinya menjadi cermin rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah. Ketika simbol-simbol perayaan saja tampak terabaikan, lantas di mana letak semangat kebersamaan itu?

 

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *