Kepala Suku: Waropen Kehilangan Sosok AKBP Iif Syarif

Senyum dan keakraban antara Kepala Suku Besar Sera Sanggehi, Yusak Wonatorey, bersama Kapolres Waropen, AKBP Iip Syarif Hidayat, mencerminkan sinergi yang tumbuh demi Waropen di suatu kegiatan. (Ft: Dok/mepago.co)

WAROPEN | MEPAGO.CO – Pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah dalam perjalanan karier setiap anggota Polri. Namun, bagi masyarakat Kabupaten Waropen, khususnya Kepala Suku Besar Sera Sanggehi, Yusak Samuel Bisi Wonatorey, kepindahan Kapolres Waropen AKBP Iip Syarif Hidayat, S.H. meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Dengan nada penuh haru, Yusak mengaku secara pribadi sebenarnya belum rela melepas kepergian sosok perwira menengah Polri tersebut untuk mengemban tugas baru di Polda Papua.

“Saya secara pribadi seakan-akan tidak mau melepas beliau pergi dari Waropen. Bukan karena jabatan beliau sebagai Kapolres, tetapi karena beliau sudah menjadi bagian dari masyarakat kami,” ungkap Yusak saat ditemui di kediamannya, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, selama bertugas di Waropen, AKBP Iip menunjukkan pribadi yang sederhana, rendah hati, dan tidak pernah menempatkan jabatannya sebagai pembatas dalam bergaul dengan masyarakat.

Beliau tidak pernah menonjolkan dirinya sebagai Kapolres. Justru beliau hadir sebagai sahabat masyarakat. Itu yang membuat kami merasa dekat. Sebagai Kepala Suku Sera, saya melihat beliau selalu menghargai adat, menghormati masyarakat, dan membangun komunikasi tanpa sekat,” katanya.

Yusak menilai kepemimpinan AKBP Iip telah menghadirkan suasana yang sejuk di Kabupaten Waropen. Selama masa kepemimpinannya, hubungan antara masyarakat dan kepolisian berjalan harmonis tanpa konflik yang berarti.

Saya merasa kehilangan. Selama beliau memimpin Polres Waropen, tidak pernah ada salah paham apalagi konflik antara masyarakat dengan kepolisian. Waropen tetap aman dan situasi kamtibmas selalu kondusif. Itu semua karena beliau mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui pendekatan yang humanis,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang dibangun AKBP Iip bersama Pemerintah Kabupaten Waropen, TNI, tokoh adat, tokoh agama, hingga seluruh elemen masyarakat.

Beliau adalah sahabat yang sangat baik. Hubungan beliau dengan pemerintah, TNI, dan masyarakat terjalin sangat harmonis. Itulah yang membuat Waropen tetap sejuk,” katanya.

Bahkan, Yusak mengaku jika perpindahan tersebut bukan bagian dari tuntutan karier dan penugasan negara, dirinya ingin meminta langsung kepada Kapolda Papua agar AKBP Iip tetap bertugas di Waropen.

Kalau saja ini bukan karena karier dan tugas negara, saya mungkin akan menghadap Bapak Kapolda untuk meminta beliau tetap di Waropen. Tetapi saya memahami bahwa ini adalah amanah negara yang harus beliau jalankan,” tuturnya.

Meski acara serah terima jabatan dan pisah sambut belum dilaksanakan, Yusak lebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada AKBP Iip atas kepercayaan yang diberikan pimpinan Polri.

Selamat menjalankan tugas di tempat yang baru. Kami semua mendoakan semoga beliau selalu diberikan kesehatan, perlindungan, dan kesuksesan. Walaupun nanti meninggalkan Waropen, nama AKBP Iip Syarif Hidayat akan tetap hidup dan dikenang di hati masyarakat Waropen,” ucapnya.

Di akhir perbincangan, Yusak mengenang satu momen yang menurutnya paling membekas, yakni saat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kali Sanggei melalui kegiatan penanaman mangrove.

Saya paling ingat ketika kami bersama-sama menanam mangrove di Kali Sanggei. Saat itu kami banyak berbincang, tertawa, dan bertukar pikiran tentang Waropen. Dari momen sederhana itu saya melihat beliau bukan hanya seorang Kapolres, tetapi seorang sahabat yang benar-benar mencintai masyarakat. Kenangan itu akan selalu kami simpan,” tutupnya.

Penulis: Tamrin Sinambela

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *