Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si saat menyerahkan cenderamata kepada Tim Kementerian HAM pada kegiatan resmi di Kabupaten Waropen, sebagai simbol penghargaan dan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. (Ft: Dok/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi gelombang tinggi di perairan Papua yang diperkirakan mencapai 1 hingga 2 meter, bahkan berpotensi meningkat hingga 4 meter di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut dikategorikan berbahaya bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal kecil dan perahu nelayan.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Bupati Waropen Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Waropen, mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode gelombang tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga tanggal 16.
Bupati Mote secara khusus mengingatkan masyarakat yang berdomisili di wilayah pesisir mulai dari Kampung Nau, Sarapambai, hingga Kampung Sanggei agar tetap waspada dan mengurangi aktivitas di laut selama peringatan masih berlaku.
Selain itu, masyarakat yang berada di wilayah Distrik Masirey, Demba, Wonti, Risei Sayati, Soyoi Mambai, Audate Pantai, Inggerus, dan Wapoga diminta untuk menunda seluruh aktivitas kelautan selama periode gelombang tinggi berlangsung.
“Para nelayan, motoris, dan operator kapal kecil diimbau untuk tidak melakukan pelayaran dan menunda aktivitas ekonomi di wilayah pesisir, termasuk penyeberangan laut, demi mengutamakan keselamatan,” demikian imbauan yang disampaikan melalui Plt. Kepala BPBD Waropen Demarce Maniburi, S.E kepada para awak media, Rabu (14/1/26).
Pemerintah daerah juga mengingatkan seluruh masyarakat yang biasa beraktivitas di laut agar selalu memantau informasi cuaca laut terkini dari BMKG serta mematuhi setiap peringatan yang dikeluarkan oleh instansi terkait.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak memaksakan diri melaut dalam kondisi cuaca ekstrem, sehingga risiko kecelakaan laut dapat diminimalkan.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
