Di Cabor Layar, Kepri dan Kaltim Bayangi Papua

Atlit layar PON Papua di kelas Optimis, M. Fasya Aldiansyah duduk gunakan kaos tangan panjang, bersama rekan-rekannya usai selesaikan race di hari ke tiga lomba. (FT : Humas PPM PB PON)

MEPAGO.CO.JAYAPURA – Atlit layar PON Papua di nomor optimis dan laser 4.7 harus esktra kerja keras di tiga race terakhir, menyusul perolehan nilai yang berpaut tipis dengan Kepulauan Riau dan Kalimantan Timur.
Ketua Pengprov Porlasi Papua, Mulyani, S.Sos. M.Si., yang ditemui di Venue Layar PON XX Papua 2021 di Pantai Hamadi Kompleks TNI AL, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Selasa 5 Oktober 2021 mengatakan, persaingan semakin terasa menuju sisa race yang harus diselesaikan Rabu, 6 Oktober 2021.
“Faktor alam, angin hari ini kurang menguntungkan, dan juga hal-hal teknis di lapangan yang memang sangat mempengaruhi peluang menang di race-race tadi,” kata Mulyani.
M. Fasya Aldiansyah atlit layar PON Papua di nomor optimis pada lomba hari pertama dan kedua memimpin dengan mengumpulkan nilai yang terpaut cukup jauh dari atlit provinsi lainnya, namun di hari ketiga lomba dengan 10 race, atlit Papua mengumpulkan nilai 10 sementara atlit dari Provinsi Kepri Rahmad Zairi mendapatkan nilai 14.
Kondisi yang sama terlihat juga di nomor laser 4.7 putra. Pada nomor ini, atlit andalan Papua Aldo Rizki Sulkarnaen harus ekstra hati-hati menyusul perolehan nilai pada 10 race di hari ke tiga lomba hanya berpaut 3.
“Ini sangat tipis, pengaruh faktor alam dan ada juga faktor teknis di lapangan, tapi kami sangat optimis, bisa berikan yang terbaik di nomor-nomor ini, besok kita dapat hasilnya” kata Mulyani yang juga menjabat Ketua Panpel Cabor Layar PON XX Papua 2021 ini.
Sementara di nomor techno 293, atlit Provinsi Jawa Timur, M. Viko Wijanarko dipastikan akan merebut medali emas di nomor ini menyusul perolehan nilai selama tiga hari lomba cukup jauh dari para pesaingnya. Dibawah Jawa Timur, ada Deva Kurniawan dari DKI dan disusul I Gusti Hasel dari Bali dengan koleksi nilai 22. Di nomor ini masih menyisahkan 3 race.
Untuk nomor RS:X 9.5 Putra, meskipun masih menyisakan 3 race, namun sudah bisa dipastikan emas di nomor ini menjadi milik Provinsi Bali, I Gusti Made Oka Sulaksana, yang mendapat nilai 11 dari 9 race di hari ketiga lomba. Sedangkan diposisi kedua adalah provinsi Bali, Susilo Jawa Timur yang mendapat nilai 15 dan diposisi ke tiga I Gede Subagiasa dari Provinsi Papua Barat dengan nilai 17.
Di nomor RS One Putra, Dexy Priani dari provinsi Banten memimpin dengan perolehan nilai 16 dari race di hari ketiga, disusul Ridwan Ramadan dari DKI dan Kahea Zufikar dari Jabar. Untuk nomor laser std putra, Ahmad Zainudin dari Kepri masih memimpin dengan nilai 11, disusul Bobi Hakim dari Jatim dengan nilai 24, dan diurutan ke tiga Sujatmiko Suswanto dari Jabar dengan nilai 26.
Dinomor terbuka International 420 Putra, posisi pelayar Kaltim sulit tergeser dari perolehan selama tiga hari lomba, disusul DKI dan di urutan ke tiga Provinsi Sulsel. Kondisi yang sama juga terlihat di nomor International 470 Open, Kaltim masih memimpin sa tiga hari lomba, disusul DKI dan Sulsel.
Cabor layar sendiri diikuti oleh 18 Provinsi dengan total atlit mencapai 108 atlit yang terdiri dari puta 60 orang dan putri 48 serta 72 official, lomba dayung sendiri memperebutkan 17 medali emas dari 15 nomor yang dipertandingkan baik nomor untuk kelas putra dan putri maupun kelas terbuka. (Hendrik Hay / Angelbertha)
Editor : Robin Sinambela

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *