Dua Pos Angkatan Laut di Papua Bakal Naik Kelas

 44 total views

MEPAGO.CO. JAYAPURA- Kabar gembira dua pos keamanan laut jajaran Lantamal X akan dinaikkan kelasnya menjadi Pangkalan Angkatan Laut (Lanal). Kedua pos itu berada di tepi perairan laut Kabupaten Sarmi dan di Kabupaten Nabire, Papua.
Demikian dikemukakan Komandan Lantamal X Laksma TNI Yeheskiel Katiandagho S.E., M.M., saat silaturahmi bersama insan media di lapangan Tembak AL, Hamadi, Jumat 28 Agustus 2020.. Kedua pos ini nantinya kata Yeheskiel akan dikomandoi oleh perwira TNI AL berpangkat Mayor.
Naiknya kelas pos tersebut sebagai upaya Lantamal X meningkatkan pertahanan laut, serta menjaga kedaulatan negara di perairan terluar Indonesia.
“Memang sejak 2016 itu udah direncanakan dan disampailan lewat Telegram Panglima TNI serta Kepala Staf TNI Angkatan Laut untuk dinaikkan kelasnya menjadi Lanal,” ujar Yeheskiel.
Dia mengaku jika pemerintah serta para kepala adat di dua daerah tersebut telah mendesak Lantamal X untuk segera menaikkan status pos keamanan itu.
Hal ini kata dia, dimaksud untuk menjaga kedaulatan negara di perairan laut Papua, yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea. Selain itu, menekan praktek kejahatan yang memanfaatkan perairan laut sebagai aksesnya, seperti peredaran Narkoba, penyelundupan sirip Hiu dan Vanili, serta kekayaan alam dan laut lainnya.
Meski demikian, Yeheskiel menjelaskan selama ini pihaknya telah menempatkan Mayor AL memimpin Pos Laut Sarmi dan Nabire. Statusnya pun disebut sebagai Lanal persiapan.
” Kita harapkan pemerintah setempat menyurati bapak Kepala Staf AL dan Komando Armada III untuk segera membangun pelabuhan. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan dermaga pos laut sebaiknya, selain untuk kebuyuhan pertahanan,” ujar Laksma Yeheskiel yang baru satu bulan lebih bertugas di Lantamal X.
Seperti diketahui, Kota Jayapura berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG). Tak jarang jalur tikus di garis batas negara serta perairan laut dimanfaatkan para pelintas untuk melancarkan aksi penyelundupan, baik ganja dan kekayaan alam lainnya.
Demikian sebaliknya, para pelaku kejahatan di Jayapura dan kabupaten terdekat kerap menjual sepeda motor hasil curian ke negara tetangga ini.
 (***)
Editor : Robin Sinambela

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *