SAMBRAWAI | MEPAGO.CO – Wakil Ketua Komisi IV DPR Provinsi Papua, Edward Norman Banua mengapresiasi semangat jemaat dan masyarakat dalam pembangunan gedung gereja baru GKI Yapen Utara Jemaat Getzemani Wanijan yang kini memasuki tahap pemasangan atap seng, setelah dibangun sejak tahun 2021.
Pemasangan seng dilakukan untuk menutup bangunan gereja berukuran 10 x 23 meter yang dibangun secara bertahap melalui dukungan jemaat dan masyarakat setempat.
Meski harus melewati pergumulan panjang selama kurang lebih enam tahun, pembangunan gereja terus berjalan hingga kini memasuki tahap penting.
“Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Saya mengapresiasi semangat jemaat dan masyarakat. Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat membina mental, karakter, dan kerohanian umat,” ujar Edward Norman Banua usai pemasangan seng secara simbolis.

Politisi muda Fraksi NasDem itu mengatakan, bantuan pembangunan gereja sudah menjadi bagian dari komitmen keluarga besarnya.
Menurutnya, keluarga Banua selalu menyisihkan sebagian berkat untuk mendukung pembangunan rumah ibadah sebagai bentuk perpuluhan.
“Om saya, Tonny Tesar, dan orang tua saya, Yance Banua, sejak dulu ketika mendapat pekerjaan atau rezeki, bantuan pembangunan gereja selalu menjadi bagian dari perpuluhan keluarga kami,” katanya.
Ayah tiga anak itu juga berharap kekompakan lima marga besar di Wanijan, yakni Abon, Manggui, Awer, Sinabu, dan Ambokari, terus dijaga demi menyelesaikan pembangunan gereja tersebut.
Edward memastikan perjuangan jemaat sejak dimulainya pembangunan pada 2021 akan terus menjadi perhatian.
Ia menegaskan dukungan untuk penyelesaian pembangunan gereja akan terus diupayakan agar bangunan segera rampung dan dapat digunakan jemaat untuk beribadah.
“Kami melihat perjuangan jemaat selama enam tahun ini. Bantuan untuk penyelesaian pembangunan gereja akan terus kami perhatikan,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Edward Norman Banua turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sambrawi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan keluarga besar Banua.
Penulis: Kristian Kaiba
Editor: Tamrin Sinambela







