Ketua Komisi C, Abraham Obi. (Ft: Diok/mepagi.co)
WAREN | MEPAGO.CO – Pengunduran diri Kepala SD Negeri Base Camp Wapoga menuai sorotan dari Ketua Komisi C DPRK Waropen, Abraham Obi. Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan segera mengambil sikap tegas atas persoalan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Abraham kepada media, Senin (13/4/2026), menyikapi surat pengunduran diri yang dinilai tidak boleh dianggap sepele oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, pengunduran diri kepala sekolah tersebut diduga kuat dilatarbelakangi kekecewaan terhadap kurangnya perhatian dari dinas terkait, khususnya dalam merespons kebutuhan sekolah.
“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Dinas Pendidikan. Kebutuhan yang disampaikan kepala sekolah bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemajuan sekolah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan sekolah telah diajukan melalui proposal resmi, namun dinilai belum mendapat respon maksimal. Padahal, sekolah yang berada di wilayah terpencil seperti Wapoga membutuhkan perhatian lebih.
Wilayah Wapoga sendiri dikenal sebagai salah satu daerah terpencil di Kabupaten Waropen, sehingga akses dan fasilitas pendidikan masih sangat terbatas. Karena itu, Abraham menilai kebijakan pemerataan pendidikan harus benar-benar dijalankan secara adil.
“Jangan hanya fokus pada sekolah di dalam kota. Sekolah-sekolah di distrik terpencil juga harus diperhatikan demi mewujudkan visi dan misi kepala daerah di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa masih banyak sekolah di wilayah timur dan barat Waropen yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Meski diakui adanya efisiensi anggaran, Abraham menegaskan bahwa pemerintah harus mampu menentukan skala prioritas secara tepat.
“Mana yang lebih membutuhkan, itu yang harus didahulukan. Jangan sampai ada lagi kepala sekolah yang memilih mundur karena merasa tidak diperhatikan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, DPRK Waropen melalui Komisi C berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.
Abraham juga mengaku mengenal kepala sekolah yang bersangkutan sebagai sosok yang telah lama mengabdi di wilayah Wapoga, sehingga pengunduran diri ini menjadi sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
