MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

Petinju Gesler Ap Butuh Uluran Tangan Gubernur Papua

Petinju Gesler Ap Butuh Uluran Tangan Gubernur Papua
Juara dunia tinju WBC Asia Geisler Ap, didampingi Mahrit Kaway, sponsorship Yan Waramori dan Rifan BedesSaat jumpa pers di Rumah Kopi, Kotaraja, Jayapura, Minggu (13/10) malam. (FT : IST)

MEPAGO.co.JAYAPURA— Tarung ulang antara antara Juara dunia tinju   World Boxing Council (WBC)  Asia kelas welter ringan super silver 63,5 Kg asal Tanah Papua,  Geisler Ap melawan penantangnya Muhammad Bilal bakal segera dilakukan di Jakarta.

Geisler Ap bakal mempertahankan gelar dalam  tarung ulang (remach) melawan  penantangnya  Muhammad Bilal  asal Pakistan, rencananya digelar  di Jakarta, 10 November 2019 mendatang. 

Geisler Ap, didampingi  Manajer Mahrit Kaway, Sponsorship  Yan Waramori dan   Rifan Bedes saat jumpa pers di Rumah Kopi, Kotaraja, Jayapura, Minggu (13/10) malam mengatakan, ia kini dalam tahap persiapan menjelang tarung ulang melawan  penantangnya  Muhammad Bilal.

Hanya saja kata Geisler Ap, dirinya masih mengalami kendala  dalam hal dukungan dana. Oleh karena itu,  ia minta dukungan kembali kepada Pemerintah Daerah soal pendanaan untuk membantunya.

Geisler mengaku, dirinya telah menyampaikan pesan singkat  via WhatsApp  kepada bapak Gubernur  Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH. “Bapak Gubernur sudah membacanya, tapi beliau belum membalasnya. Mungkin beliau sibuk.  Saya ingin menggugah dan mengerakan hati  Bapak  Gubernur, untuk membantu saya dalam duel mempertahankan gelar nanti,” kata Geisler.  

Menurut Geisler,  duel mempertahankan gelar WBC dan merebut WBA ini membawa nama baik Geisler Ap pribadi. Tapi juga untuk mengharumkan nama Papua serta Indonesia di dunia Internasional.

Surat Pemberitahuan

Lebih lanjut dikatakanya, pihaknya telah menerima  pemberitahuan dari  WBC   dan WBA, menyebutkan mereka memberikan waktu dua minggu. Namun sebelum tarung ulang pihaknya harus menyelesaikan administrasi keuangan sebesar Rp 500 juta. ‘’Masing masing WBC Rp 200 juta dan WBA Rp 200 juta. Dan Rp 100 juta untuk akomodasi dan transportasi selama di Jakarta,’’ tambahnya.

Dikatakan, pihaknya sementara dalam tahap pengumpulan dana kerjasama dengan Kentucky Fried Chicken (KFC)  Sentani yakni mencari dana lewat kupon bazar. “Sedikit demi sedikit kami kumpul.  Kami berharap uluran tangan pemerintah daerah bisa membantu kami untuk menyelesaikan administrasi kepada WBC dan WBA,” pintanya.

Sebab kata dia, hingga  waktu yang ditentukan, Geisler tak mempertahankan gelar, maka sabuk WBC bakal dicopot. “Kan sangat disayangkan sekali kita sudah setengah mati berjuang dari nol untuk memperebut WBC terus pada akhirnya tak mempertahankan, maka gelar dicopot. Berarti hanya tinggal nama saja,” katanya.

Sementara itu, Mafrit Kaway mengatakan, ini adalah hal yang paling sulit buat Geisler Ap. Untuk mengumpulkan dana sebesar itu sangat luar biasa. Oleh karena itu, dirinya dalam singkat ini membutuhkan dana dari Pemerintah Daerah, terutama Pemerintah Daerah Provinsi Papua.

“Saya berharap Pemerintah Daerah  Provinsi Papua,  untuk melihat hal ini dengan adanya Otsus. Geisler  adalah salah-satu putra Papua yang mengharumkan nama Papua,  baik di Indonesia maupun  di dunia  internasional,” ungkapnya.

Duel ulang Geisler Ap dan Muhammad Bilal  ini  juga merupakan pertarungan mempertahankan gelar kelas ringan super (silver) WBC dan merebut  juara dunia World Boxing Association (WBA) Asia,  yang sementara ini lowong.

Pada pertemuan pertama, duel Geisler Ap dan Muhammad Bilal berakhir seri atau draw di Gedung Olahraga (GOR) Waringin, Distrik Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (20/7) lalu.

Duel ini dihentikan wasit internasional  Nus Ririhena, setelah terjadi benturan kepala mengakibatkan pelipis kiri Geisler Ap  sobek dan memuncratkan darah segar. Namun demikian, Geisler Ap dinyatakan  tetap  berhak memegang juara dunia WBC.

Geisler Ap sukses merebut juara dunia WBC  Asia, setelah mengkanvaskan juara bertahan asal Thailand, Thoedsak Sinam hanya dalam dua ronde di One Belpark Mall, Jakarta Selatan,  Sabtu (30/3) lalu. (bela)

Editor : Robin Sinambela

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan