MEPAGO.CO

Terpercaya dan Selalu Ada Dihati

banner 728x100

DOB Teluk Cenderawasih Akan Dibawa Ke Presiden

DOB Teluk Cenderawasih Akan Dibawa Ke Presiden

MepaGO, SERUI – Asosiasi Bupati kawasan Teluk Cenderawasih kembali menindaklanjuti deklarasi 121212 pukul 12 lewat 12 tentang aspirasi pembentukan daerah otonomi baru Teluk Cenderawasih di Biak, tanggal 19 September 2019 pekan lalu.

Pertemuan di Biak sebagai tindak lanjut  hasil pertemuan  di Ambon oleh asosiasi Bupati se kawasan Teluk diketuai oleh Bupati Supriori, Sekretaris  Bupati Yapen dan anggota Bupati Biak dan Bupati Waropen.

Demikian disampaikan Wabup Yapen, Frans Sanadi kepada wartawan di Serui, kemarin. “Pertemuan di Biak untuk membahas tentang tantangan percepatan pembangunan di wilayah teluk Cendrawasih yang masuk dalam wilayah adat Saireri,” ujar dia. 

Dalam pertemuan itukata Sanadi tidak hanya membahas percepatan pembangunan tapi juga membahas tentang daerah otonomi baru (DOB) yaitu daerah otonomi teluk Cendrawasih. Daerah otonom ini di muncunkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah provinsi kepada daerah pesisir pantai.

Nah menindak lanjuti deklarasi yang di buat pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 jam 12 lewat 12 menit yang di lakukan di lapangan Trikora Serui untuk membuat daerah otonom baru.

Gubernur memang menyetujui semua kebijakan untuk membuat daerah otonom baru yang ada di Papua.  Ada 7 daerah otonomi baru di Papua, 5 dari provinsi Papua dan 2 di provinsi Papua barat. Jadi nanti akan ada rapat dengan gubernur dan hasilnya di bawa gubernur kepada presiden. ‘’Kami telah sepakat ibukota provinsi Teluk Cenderawasih nantinya adalah Biak,’’ ungkapnya.

Untuk menindaklanjuti persyaratan pembentukan DOB 5 kabupaten yang ikut serta dalam DOB ini. Dengan perkembangan saat ini, sangat baik. Sebab jika di pimpin oleh 1 ibukota provinsi menurut Sanadi tidak sinkron. Apalagi dengan perkembangan yang ada sekarang ini. ‘’Oleh karena itu, kami akan tetap melanjutkan dan menyiapkan semua persyaratan untuk diserahkan kepada presiden,’’ terangnya. (jer)

Editorial : Robin SInambela

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan