Pemkab Waropen Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Kirihi–Walai di Nabire

Dinkes Waropen bergerak cepat menyalurkan bantuan kesehatan dan bahan makanan bagi pengungsi Kirihi–Walai di Nabire, sekaligus memberikan layanan medis sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada warga terdampak. Tampak Kandinkes saat menyerahkan bantuan. (Ft: Dok/HumPro)

NABIRE | MEPAGO.CO  – Pemerintah kabupaten Waropen melalui dinas kesehatan menyalurkan bantuan kesehatan dan bahan makanan kepada ratusan warga Distrik Kirihi dan Walai yang mengungsi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (2/4/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak situasi keamanan pasca-operasi militer terhadap kelompok TPN-OPM pimpinan Aibon Kogoya di wilayah hulu Sungai Nabarua. Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi ke dua lokasi aman di Nabire, yakni kawasan Kali Harapan dan Kompleks Unindo.

Jajaran Dinkes Waropen saat memberikan pelayanan kesehatan bagi warga di Kampung Sopir, Jumat (3 April 2026), sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi masyarakat terdampak. (Ft: HumPro)

Bupati Drs. F.X Mote melalui Plt. Kepala Dinas Kesehatan Waropen, dr. Jenggo Suwarko, yang memimpin langsung kegiatan ini mengatakan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk kepedulian terhadap warganya di perantauan.

“Kami mendatangi warga Kirihi dan Walai di lokasi pengungsian untuk melakukan pendataan, pemeriksaan kesehatan, serta memberikan bantuan langsung. Ini merupakan wujud kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang terdampak situasi keamanan,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan bahan pokok, tim Dinkes Waropen juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi para pengungsi.

Untuk memastikan pelayanan berkelanjutan, Dinas Kesehatan Waropen telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, RSUD Nabire, serta sejumlah Puskesmas di wilayah Nabire agar warga tetap mendapatkan akses layanan medis selama berada di pengungsian.

Langkah cepat ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus menjamin kondisi kesehatan mereka tetap terjaga di tengah situasi yang sulit. (HumPro)

 

Editor: Tamrin Sinambela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *