Pemprov Papua Apresiasi, Anak Muda Papua Gustaf Griapon, Mampu Ciptakan Inovasi Baru, Aplikasi Pertanian Digital (I-Padi)

JAYAPURA | MEPAGO,CO – Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresias dan dukungan penuh kepada salah satu putra Papua atas nama Gustaf Griapon dalam karya dan inovasi baru dalam dunia pertanian di Papua.
Dimana telah menciptakan satu inovasi baru dalam menggabungkan dunia pertanian dengan memanfaatkan tehnologi Digiatalisasi.

Peryataan itu disampaikan Penjabat Sekda Provinsi Papua, Derek Hegemur kepada media Online ini usai sebagai tim penguji dalam Ujian Proyek Perubahan (RPP) salah satu peserta PKN Tingkat II Angkatan XXX Tahun 2023 di BPSDM Provinsi Papua yaitu Gustaf Griapon, ST, M.Sos, yang juga adalah Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, dengan Judul Proyek Perubahan Inovasi Internet of Things (I-oT) atau Pertanian Digital (I-Padi).
Berlangsung ruang Penguji Kantor BPSDM Provinsi Papua jalan. Kotaraja dalam Kota Jayapura, Kamis, (16/11/2023).

Ia menyebutkan Inovasi baru yang dibuat itu adalah sebuah tehnologi tepat guna atau disebut alat sensor dan ini penting sekali untuk membantu petani. “ini sangat baik sekali membantu petani sehingga, mereka bisa memastikan kapan waktu menanam, kapan curah hujan, kapan menanam, kulitas tanahnya seperti apa, kapan panen dan hasilnya pun akan memuaskan,” terangnya.

“alat itu penting sehingga jangan sampe petani kasi masuk bibit ke bawah tanah pada saat hujan full, sehingga menyebabkan nantinya bibit itu busuk. Hal lain seperti keasaman tanah itu juga bisa dipastikan dengan alat, sehingga kita bisa tau kalau di lokasi tanah seperti ini kita tanam tanaman seperti apa, artinya tanah ini cocok untuk tanamana seperti apa untuk ditanam,” pungkasnya.

Oleh karena itu PJ. Sekda Papua menyebutkan pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung teknologi Pertanian berbasis Digital.
“ kita pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung sekali Inovasi ini. Pertanian yang berbasis Teknologi, sehigga kita pastikan alat ini sifat fungsional itu ada, kita didukung dengan sumberdaya yang tersedia, salah satunya adalah kebutuhan energy itu cukup, sebagai daya untuk menjalankan teknologi ini.Nah ini juga harus kita antisipasi, hal-hal lain yang berkaitan misalnya letak geografis Papua,”bebernya.

Ia berharap alat itu bisa membantu petani mulai dari tanah yang berkualitas , waktu yang tepat sehingga menghasilkan pangan yang baik dan pasti ujungnya pendapatan meningkat maka kesejahteraan petani dapat tercapai.

“Itu sebenarnya siklus alat ini bisa memastikan Petani dapat mengunakannya termasuk pemerintah juga ikut mendukung dan support sehingga ini bisa terjadi transformasi teknologi , dari pertanian manual kepada pertanian berbasis Teknologi,” ujarnya.
Akhir wawancaranya PJ. Sekda Papua menyebutkan bahwa Teknologi ini sudah pasdi kedepan dipertahankan, bahkan menjadi ruang baru untuk melakukan kajian lebih hebat lagi.

“Jadi kita ciptakan sebah teknologi tidak cukup sampai disitu, justru pak gustaf ini harus mengkaji lagi, sehingga alat ini bisa berkembang di pakai dimana saja. Ini katakanlah generasi pertama, dan nanti ada generasi kedua, ketiga dan seterusnya, tehnologi itukan berkembang seiring dengan kebutuhan. Dukungan kepada pertanian utamanya membantu mensuport Petani. Di kabupaten Jayapura dan bukan tidak mungkin di seluruh Papua dan bahkan dimana saja,” paparnya.

Kedepan dukungan berupa program akan disesuaikan. “apalagi tadi saya suda dengar bahwa sudah ada pengakuan Hak Kekayaan Intelektualnya (HAKI) dari Kemenkumham Papua. Itu artinya kita juga bisa , sehingga anak Papua juga bisa berkembang mengetahui teknologi, kita tidak berhenti disini tetapi harus berkembang luas dan ada di Pasar besar. **

 

Editor: Tamrin Sinambela

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *