WAROPEN | MEPAGO.CO – PT PLN (Persero) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan pelanggan listrik guna memperkuat akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program ini dilakukan melalui pendataan langsung terhadap pelanggan listrik di Kabupaten Waropen.
Verifikasi lapangan tersebut meliputi pendataan ID pelanggan atau nomor meter listrik serta informasi mengenai penghuni rumah atau bangunan tempat tinggal yang memanfaatkan layanan listrik PLN.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Kabupaten Waropen, Geisler Ronsumbre, dalam siaran pers yang diterima media ini, Selasa (17/03/2026), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara PLN dan BPS untuk memastikan data pelanggan listrik terintegrasi dengan data sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat.
Menurutnya, melalui kegiatan ini petugas akan melakukan verifikasi kesesuaian antara ID pelanggan PLN dengan identitas penghuni rumah, sekaligus mengetahui jumlah keluarga yang memanfaatkan listrik pada satu bangunan.
Selain itu, petugas juga akan melakukan pencatatan lokasi meter listrik melalui metode geotagging, serta mendokumentasikan kondisi rumah atau bangunan tempat meter listrik terpasang.
“Verifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sehingga dapat mendukung berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah,” jelas Geisler.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menyambut baik kedatangan petugas PLN, khususnya petugas pencatat meter atau billman, yang akan melakukan pendataan di lapangan.
Kegiatan verifikasi lapangan pelanggan PLN tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Maret hingga Agustus 2026.
“Masyarakat diharapkan dapat memberikan informasi yang benar kepada petugas agar data yang dihimpun benar-benar akurat dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara PLN dan BPS ini, diharapkan penyusunan DTSEN dapat semakin kuat sebagai basis data nasional yang mendukung perencanaan pembangunan serta program sosial pemerintah.
Editor: Tamrin Sinambela
