YAPEN | MEPAGO.CO – Anggota MPR RI Tonny Tesar menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jemaat GPDI Umani, Distrik Nusawani, pada 14 April 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Dalam rangka menanamkan semangat nasionalisme dan memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat, anggota MPR RI Tonny Tesar melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jemaat GPDI Umani, Distrik Nusawani, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jemaat gereja, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat yang mengikuti jalannya sosialisasi dengan penuh perhatian dan antusias.
Dalam pemaparannya, Tonny Tesar menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan landasan utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dipahami serta dihayati oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, konsep Empat Pilar hadir untuk memperkuat Pancasila sebagai dasar negara dengan empat unsur utama yang saling melengkapi, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat Pilar Kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Nilai-nilai ini harus terus dipahami dan diterapkan agar bangsa Indonesia tetap kuat dan utuh,” ujar Tonny Tesar.
Ia menjelaskan, pilar pertama adalah Pancasila sebagai ideologi dasar negara yang terdiri dari lima sila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Menurutnya, nilai-nilai dalam Pancasila harus menjadi pedoman hidup masyarakat dalam membangun kebersamaan, toleransi, dan keadilan sosial.
Pilar kedua adalah UUD 1945 yang berfungsi sebagai konstitusi negara dalam mengatur sistem pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta mekanisme penyelenggaraan negara.
Selanjutnya, pilar ketiga yakni NKRI menegaskan bentuk negara kesatuan yang membentang dari Sabang sampai Merauke sebagai hasil perjuangan para pahlawan bangsa yang wajib dijaga bersama.
Sementara pilar keempat adalah Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu.
Semboyan tersebut mencerminkan keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan bahasa di Indonesia yang tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Tonny Tesar juga mengajak masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga toleransi antarumat beragama, serta menolak berbagai paham yang dapat mengancam persatuan bangsa, seperti radikalisme dan disintegrasi.
Ia menilai sosialisasi dan pendidikan kebangsaan harus terus dilakukan agar masyarakat, terutama generasi muda, semakin memahami pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan memiliki semangat cinta tanah air.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat Jemaat GPDI Umani dapat semakin memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga kerukunan, persatuan, dan keutuhan bangsa Indonesia.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela







