Wakil Bupati Waropen Yowel Boari bersalaman dengan pemilik lapak usai menyerahkan Rp200 ribu dan menerima dagangan berupa petatas senilai jumlah tersebut saat penertiban pedagang di kawasan Lapangan Elias Paprindey. (Ft: Tamrin/mepago.co)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Wakil Bupati Waropen Yowel Boari menertibkan 125 lapak pedagang yang berjualan di bahu jalan kawasan Lapangan Elias Paprindey, tepatnya di depan Kantor Bupati Waropen, Selasa (10/3/2026).
Penertiban dilakukan secara persuasif dan humanis dengan membeli barang dagangan para pedagang. Sejak pagi hari, para pedagang terlihat membuka lapak di bahu jalan Lapangan Paprindey.
Padahal sebelumnya mereka biasa berjualan di Pasar Tradisional, namun sementara waktu bergeser ke lokasi tersebut karena pasar sedang mengalami kendala.
Foto bawah: Suasana para pedagang membuka lapak di bahu jalan kawasan Lapangan Elias Paprindey yang kemudian ditertibkan oleh pemerintah daerah. (Ft: Tamrin)
Melihat kondisi tersebut, Wakil Bupati Waropen turun langsung ke lokasi dan melakukan penertiban melalui pendekatan yang harmonis.
Setiap pedagang diberikan Rp200 ribu per lapak sebagai bentuk pembelian barang dagangan. Dana tersebut diambil langsung dari pos anggaran operasional pribadi Wakil Bupati.
Secara simbolis, Wakil Bupati Yowel Boari memulai pembayaran kepada salah satu pedagang dengan memborong barang dagangan senilai Rp200 ribu. Selanjutnya, para pejabat yang turut hadir bergantian melakukan hal yang sama dengan membeli barang dagangan para pedagang.
Foto bawah: Asisten I Setda Waropen turut menyerahkan Rp200 ribu kepada pedagang sebagai bagian dari penertiban 125 lapak di kawasan Lapangan Elias Paprindey. (Ft: Tamrin)
Beberapa pejabat yang terlibat di antaranya Asisten I Setda Waropen, Kepala Kesbangpol, Kasatpol PP, Kepala Distrik Waropen Bawah, serta Perwira Penghubung Kodim 1709/Yawa di Waropen. Proses tersebut berlangsung cepat hingga seluruh 125 lapak pedagang terselesaikan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa mulai Kamis, 12 Maret 2026, para pedagang tidak lagi diperbolehkan membuka lapak di kawasan Lapangan Elias Paprindey karena lokasi tersebut merupakan bahu jalan yang harus dijaga ketertibannya.
“Mulai hari Kamis dan seterusnya tidak boleh lagi ada pedagang yang membuka lapak di kawasan ini. Jika masih ada yang melanggar, maka Satpol PP akan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Wakil Bupati juga meminta para pedagang yang telah menerima uang pembelian agar segera menutup lapak dan kembali ke rumah masing-masing.
Pendekatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pedagang. Salah seorang pedagang, Yacob Kara, mengaku senang dengan langkah yang diambil pemerintah daerah.
“Kami senang karena pemerintah tidak langsung menyuruh kami pergi, tetapi membeli barang dagangan kami. Ini sangat membantu,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Tepena Murib, yang mengapresiasi pendekatan persuasif pemerintah daerah dalam menertibkan kawasan tersebut.
Setelah proses pembayaran kepada seluruh pedagang selesai, kawasan Lapangan Elias Paprindey kembali tertib. Para pedagang pun secara sukarela menutup lapak dan meninggalkan lokasi setelah barang dagangan mereka dibeli oleh pemerintah dan para pejabat yang hadir.
Penulis: Tamrin Sinambela
Editor: Tamrin Sinambela
