Pemerintah Kabupaten Waropen bersama Tim SID Universitas Papua melaksanakan sosialisasi rencana percetakan sawah baru seluas 10.000 hektare di Distrik Inggerus, sebagai langkah awal memperkuat swasembada pangan dan mendorong Waropen menjadi salah satu sentra produksi pangan di Papua. (Ft: IST)
WAROPEN | MEPAGO.CO – Pemerintah Kabupaten Waropen terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui rencana percetakan sawah baru seluas 10.000 hektare yang tersebar di Distrik Inggerus, Distrik Soyoi Mambay, dan Distrik Oudate. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan di Waropen.
Langkah awal program tersebut ditandai dengan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Tim SID (Survey, Investigation, and Design) Universitas Papua (UNIPA) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Waropen, di Distrik Inggerus.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana pengembangan lahan pertanian skala besar yang akan dijadikan kawasan persawahan baru.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Waropen, anggota DPRK Waropen, unsur Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian, petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat dan para petani yang berdomisili di Distrik Inggerus.
Dalam sosialisasi itu, Tim SID UNIPA memaparkan tahapan survei, identifikasi, dan desain lahan yang akan dijadikan area percetakan sawah. Tahapan ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan lokasi, kondisi lahan, aspek teknis, serta dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program.
Rencana pembukaan sawah baru seluas 10.000 hektare ini merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Waropen untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
Selain diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Waropen, program tersebut juga diproyeksikan mendukung kontribusi daerah terhadap pemenuhan pangan dalam skala yang lebih luas.
Kehadiran Wakil Bupati Waropen dan anggota DPRK dalam kegiatan sosialisasi tersebut menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Sementara itu, keterlibatan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para petani diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. (HumPro)
Editor: Tamrin Sinambela







