Wartawan di Papua Diminta ‘Jangan Keras Kepala’

 40 total views

Terkait Rendahnya Animo Pers Papua Untuk Mendaftar Peilput PON XX
MEPAGO.CO. JAYAPURA– Bidang Humas,  Penyiaran dan Pelayanan Media (PPM) Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua mengingatkan jurnalis di Papua agar jangan “keras kepala” menghiraukan pendaftaran meliput PON.
“PB PON XX Papua sudah resmi membuka pendaftaran sejak 1 Juli 2020 lalu. Teman-teman wartawan di Papua mari silahkan mendaftar. Bisa secara online lewat aplikasi yang tersedia, tetapi bisa juga secara offline,” ujar Wakil Sekretaris PB PON Papua Bidang Humas & PPM, Kadkis Matdoan kepada pers di Jayapura, Kamis 23 Juli 2020.
Bahkan Kadkis Matdoan mengakui bahwa realitas memprioritaskan wartawan di Papua terlibat langsung meliput PON sungguhpun keistimewaan itu jangan dipandang sebelah mata.
“Artinya kami [humas dan PPM PB PON] mengutamakan tetapi tolong kawan-kawan wartawan lokal Papua juga mengerti, jangan malas tahu. Mari mendaftar sehingga semua terdata baik untuk melakukan tugas jurnalistik,” ujarnya.
Azis biasa akrab dipanggil mengaku, sejak dibuka per 1 Juli lalu hingga saat ini, wartawan di Papua yang mendaftar untuk meliput PON masih sedikit.
“Laporan teman-teman (tim verifikasi) jumlah wartawan di Papua yang sudah mendaftar secara online lewat aplikasi baru 27 orang. Wartawan yang lain kenapa belum mendaftar,” kata Azis mempertanyakan.
“Teman-teman wartawan jangan merasa sulit dan susah. Caranya mudah kok. Bisa daftar online, bisa secara manual,” sambungnya.
Tim humas dan PPM PB PON Papua, setia bekerja 24 jam. Kami intens memantau wartawan dari Papua, nasional atau di luar Papua termasuk jurnalis asing yang mendaftar lewat aplikasi.
Untuk mendaftar offline, humas dan PPM mempersilahkan wartawan di Jayapura, Sentani dan Keerom pada jam kerja sejak pagi hingga sore, bisa datang sendiri membawa semua dokumen administrasi sebagai syarat wartawan meliput PON.
Wakil Koordinator Penyiaran, Frans Wairara menambahkan syarat yang wajib dipenuhi saat mendaftar, antara lain, foto copy E-KTP. Foto copy kartu pers. Surat keterangan tugas meliput PON yang dikeluarkan media bersangkutan. Pas foto ukuran 4X6 sebanyak 3 lembar atau dalam bentuk softcopy.
“Kan tidak susah to, gampang dan mudah buat mendaftar. Kami [bidang humas dan PPM] siap menerima dan membuka pintu tiap hari bagi teman-teman pers yang mau mendaftar offline,” ujarnya.
Mengingat PON adalah gengsi dari pesta olahraga nasional empat tahunan, maka semua pihak tanpa terkecuali tidak bisa seenak hati berbuat suka-suka.
“Ini event olahraga nasional terbesar di Indonesia. Semua ikut aturan termasuk wartawan. Tidak ada niat melarang atau membatasi, tetapi semua lewat prosedur. Kawan-kawan jurnalis di Papua, baik di Jayapura, Timika dan Merauke, mari sesegera mungkin mendaftar,” tukasnya.
“PB PON XX Papua mengapresiasi peran jurnalis menginformasikan dan mengomunikasikan tiap waktu kesiapan Papua menggelar PON tahun depan,” tambah Azis kembali.
Azis mengibaratkan sayur tanpa garam atau suami tanpa istri. PON tanpa diliput wartawan rasanya kurang afdal. (***)
Editor : Robin Sinambela

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *